Semua paket (RFID: paket tertinggi atau add-on)

Absensi & Jadwal (Kehadiran Santri dan Guru)

Kehadiran dicatat per sesi (bukan hanya per hari): sholat berjamaah, kajian, KBM jam pertama dan kedua, setoran ngaji, serta kegiatan asrama punya catatan masing-masing — statusnya Hadir, Sakit, Izin, atau Alpha.

Untuk: Guru, bagian piket, dan operator

Langkah-langkah
  1. Buka Jadwal Pelajaran untuk menyusun jadwal kelas; jadwal ini menjadi dasar absensi santri.
  2. Hubungkan guru ke kelas dan pelajaran lewat Penugasan Mengajar, sehingga Jadwal Mengajar Saya di portal guru terisi otomatis.
  3. Guru menandai kehadiran santri tiap pertemuan lewat Presensi Kelas Santri: pilih hadir, izin, sakit, atau alpa.
  4. Untuk kegiatan asrama atau piket, gunakan Jadwal & Kehadiran Santri dan Piket Harian sesuai jenis kegiatannya.
  5. Pantau kehadiran ustadz/pegawai secara langsung lewat Monitor Kehadiran Ustadz dan Live Monitor.
  6. Guru dan wali melihat kehadiran lewat Dashboard & Presensi Guru dan aplikasi wali; rekap kehadiran bisa dilihat untuk laporan bulanan.
  7. Empat cara mencatat kehadiran: (1) guru menandai satu per satu; (2) tombol Tutup Sesi mengisi sisanya otomatis; (3) kiosk RFID — santri menempelkan kartu, kehadirannya langsung tercatat; (4) sinkronisasi perangkat lokal, untuk pondok yang punya alat absen sendiri dan mengirim datanya saat internet tersambung.
  8. Tombol Tutup Sesi mengisi santri yang belum ditandai secara adil: yang sedang dirawat di UKS/klinik menjadi Sakit, yang izinnya masih berlaku menjadi Izin (hanya bila tanggalnya di dalam rentang izin), sisanya Alpha — guru tidak perlu menandai satu per satu.
  9. Untuk kiosk RFID: buka halaman Live Monitor, tekan tombol Kunci Perangkat Kiosk, lalu masukkan kunci itu ke perangkat (PC kiosk/ESP32). Perangkat tidak perlu login — cukup memakai kunci itu, dan kunci pondok tidak bisa dipakai untuk pondok lain.
  10. Perangkat kiosk dipantau otomatis: bila perangkat aktif tetapi sudah lebih dari 72 jam tidak ada tap, laporan harian SantriPlus memberi peringatan supaya tidak diam-diam berhenti mencatat.
Tips dari pemakaian nyata
  • Susun jadwal dulu, baru isi absensi — absensi terikat pada jadwal yang sudah ada.
  • Ajak guru mengisi absensi tepat waktu, karena data yang telat dicatat membuat rekap tidak akurat.
  • Gunakan Live Monitor di ruang piket untuk memantau kehadiran tanpa membuka banyak halaman.
  • Menyimpan absensi dua kali tidak membuat data ganda — catatan yang sudah ada akan diperbarui (dijamin di tingkat database).
  • Tanggal dan jam absensi mengikuti zona waktu pondok, bukan waktu server — absen pagi atau malam tetap tercatat di tanggal yang benar.
  • Izin yang rentangnya sudah lewat tidak lagi dihitung sebagai Izin, sehingga santri tanpa kabar tetap jujur tercatat Alpha.
  • Soal paket: absensi manual tersedia untuk semua paket; absensi otomatis RFID termasuk paket tertinggi (level 4) atau bisa dibeli terpisah sebagai add-on.
  • Yang belum ada: absen wajah/sidik jari, dan pesan otomatis ke wali ketika anak tidak hadir — wali melihat sendiri kehadirannya di aplikasi.
Perlu dihindari
  • Jangan mengubah jadwal di tengah pekan berjalan tanpa menyesuaikan absensi, supaya riwayat kehadiran tetap konsisten.
  • Jangan membagikan kunci perangkat kiosk kepada yang tidak berkepentingan — siapa pun yang memegangnya bisa mengirim absen atas nama pondok tersebut (tetap hanya untuk pondok itu sendiri).

Masih ada yang belum jelas, atau butuh modul lain dijelaskan lebih dulu?

Tanya langsung 0857-8888-6858
Tanya Admin via WA